Telusuri Semua Hal

Minggu, 05 Februari 2012

Kemenangan Iblis Hanyalah Sementara

Aku berhenti melakukan semua hal yang tak berkepentingan dalam arahku. Aku berdiam diri sedangkan gelatak menggelikan dari seteruku terus dilantunkan. Aku selamanya mengampuni kemunafikan yang tak menguntungkan diriku. Ingin membelai hidup seteruku dengan kedamaian abadi, namun sulit tersentuh oleh sentuhan yang berlandaskan kejujuran sejati. Seteruku menginginkan aku bersekutu erat tanpa mempedulikan keaslian hidup yang sebenarnya. Akhirnya arahku bertolak belakang dengan seteruku, padahal aku hendak dan selalu memimpikan perubahan yang kekal dari prinsip dan kesejatian hidup salah seteruku.
Aku tahu kekuatan seteruku yang sama hebatnya dengan sang iblis. Kekuatan seteruku seperti butiran-butiran beling yang terapung di lautan. Ketika aku terhempas ombak, dan terlempar dari perahu maka tubuhku berdarah ketika menyentuh beling di permukaan air namun aku sekali-kali tak akan lenyap oleh beling-beling itu. Iblis pandai mempertontonkan kepandaiannya yang bodoh. Iblis selalu menang namun tak pernah merayakan kemenangannya karena kekurangan kebahagiaan selalu menghiasi keinginannya yang tak terselesaikan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar